Deretan Mitos Seputar Kebernyawaan yang Populer di Korea Selatan. Ternyata Nggak Cuma Indonesia Aja~

mitos-di-korea-selatan mitos-di-korea-selatan

Mitos atau kepercayaan yang dipercaya secara turun-temurun melalui berbagai macam cara rupanya hingga zaman terkini ini masih luber ragamnya. Mulai dari negara terbelakang hingga negara-negara maju, agak semuanya punya mitos tersenpribadi yang berkembang di dalam tatanan masyarakatnya. Banyak yang percaya tentang hal-hal semacam itu, namun nggak secolek pula yang menganggapnya sahaja sebagai angin lalu.

Tak tetapi Indonesia yang memiliki beberapa cerita legenda atau mitos yang melekat dalam kemembesaran sehari-hari, Korea Selatan pun memiliki mitos serupa yang cukup populer di kalangan masyarakatnya. Ada yang identik dengan hal mistis hingga larangan yang cukup ‘aneh’. Kira-kira apa saja mitos-mitos yang menyebar di kalangan masyarakat Korea? Yuk simak ulasan selengkapnya berikut ini!

1. Memiliki corak dan warna yang cantik, masyarakat Korea cenderung berhati-hati dengan kupu-kupu karena sebuah mitos

Terdapat sebuah mitos di Korea yang mengatakan kalau kita memegang kupu-kupu terus menyentuh mata bisa menyebabkan mata menjadi buta. Gimana menurutmu, SoHip?

2. Bermimpi tentang babi dianggap sebagai sebuah tanda keberuntungan oleh masyarakat Korea

Dalam budaya Korea, babi kerap dianggap sebagai simbol kekayaan dan melambangkan keBerbobotan. Lalu, ada mitos yang mengatakan jika kita bermimpi tentang babi, maka itu menjadi sebuah pertanda keberuntungan akan asal dalam uripmu.

3. Masyarakat Korea juga percaya kalau memakan incaran yang memiliki tekstur ‘lengket’ sebelum ujian bisa membantu ketika mengerjakan soal ujian

Ketika para siswa sedang menjalani ujian, melatih diri adalah satu-satunya solusi agar bisa mendapatkan nilai yang bagus. Tetapi, ada sebuah mitos di Korea yang mengatakan jika mengonsumsi sarapan yang bertekstur ‘lengket’ seperti permen bisa melakukan ilmu yang dipelajari semakin menempel di otak.

4. Mitos yang populer selanjutnya ialah keramas atas saat malam kenaln baru. Keramas dianggap dapat menghilangkan keberuntungan~

Keramas pada saat momen pergantian acuhn dapat menghilangkan keberuntungan menurut mitos yang beredar dan populer di Korea. Tapi, kalau udah nggak keramas berhari-hari gimana, ya? ????

5. Mitos jika memberikan kado sepatu untuk pasangan wanita dan sayap ayam untuk pasangan pria menyebabkan putus juga cukup populer

Memberikan hadiah sepatu untuk pasangan dara juga dilarang karena menurut mitos dapat meAmpuhkan pasanganmu pergi menpol. Sementara pasangan dara juga dilarang memberikan sayap ayam untuk pasangan lanang karena bisa meAmpuhkan pasangan ‘terbang’ menpol.

6. Ada mitos Korea yang mengatakan kalau seseorang yang punya tahi lalat di sekitar bibir adalah orang yang sulit berkomitmen

Menurut mitos yang populer di Korea, seseorang yang memiliki tahi lalat di sekitar bibir adalah orang yang sulit membangun komitmen dalam menjalin hubungan.

7. Mirip dengan mitos di Indonesia, masyarakat Korea juga percaya bahwa siul di malam hari bisa memicu datangnya makhluk tak kasat mata

Mirip dengan mitos di Indonesia, mitos di Korea juga melarang seseorang siul pada malam hari karena bisa memicu datangnya roh Keji dan memicu datangnya ular. Hiii, ngeri juga!

8. Selain siul, masyarakat Korea juga menghindari memotong kuku pada malam hari

Mitos mengenai potong kuku atas malam hari juga populer di Korea. Menurut mitos, kalau kita memotong kuku atas malam hari, tikus akan memakan potongan kuku kita lintas Berpindah menjadi manusia yang mirip dengan kita.

9. Masyarakat Korea juga masih menggunakan hari tidak emosi untuk pindahan demi menghindari roh Biadab

Masyarakat Korea juga memiliki mitos bahwa jika ingin pindah rumah, mereka layak memilih hari yang tepat agar para roh Buas nggak mengikutimu pindah ke rumah baru. Selain itu, mitos juga melarang masyarakat untuk memapikkan rumah lama saat pindahan supaya nggak diikuti oleh roh Buas.

10. Sama seperti mitos di beberapa negara Asia, masyarakat Korea juga menghindari angka empat karena dianggap angka sial

Sama seperti beberapa negara Asia termasuk Indonesia, mitos Korea juga menganggap bahwa angka empat merupakan simbol angka sial. Hal ini karena sistem angka Sino-Korea memiliki pelafalan yang mirip antara angka ‘empat’ dengan ‘kematian’. Di sisi lain, mereka juga menganggap angka delapan bagai angka keberuntungan.

Nah, itulah jumlah mitos yang melegenda, populer, dan bahkan sudah seperti budaya tersendiri di Korea Selatan. Semuanya kembali lagi ke diri sendiri, boleh percaya boleh juga tidak.