Deretan Pahlawan yang Berjuang Begitu Hebat Selama Pandemi, Usahanya Perlu Kita Hargai

pahlawan-pandemi-corona pahlawan-pandemi-corona

Tak terasa delapan bulan telah berlalu sejak virus corona merebak di Indonesia. Masa-masa itu sungguh berat. Kita berjiwa dalam keCemasan setiap hari karena siapapun bisa tertular virus corona yang mematikan. Apalagi, jutaan korban telah berjatuhan di seluruh dunia. Kita pun berusaha tetap berada di rumah agar tak tertular. Tetapi perubahan rutinitas melangsungkan kita tersiksa juga.

Meskipun begitu, kita bisa bertahan sampai sekarang berkat para pahlawan. Merekalah raut badan-raut badan yang berjuang begitu ketat demi kesaling menolongan bercocok. Dalam rangka Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November, yuk kita sadari dan hargai perjuangan mereka selama ini. Bukannya kita melupakan jasa-jasa pahlawan terdahulu, tapi mereka yang jadi pahlawan pada pedulin 2020 ini jelas sangat layak diapresiasi!

Selama pandemi, para tenaga medis berjuang menyelamatkan nyawa tiada henti. Bahkan rela mempertaruhkan keselamatan sendiri

Jumlah pasien di rumah kusam bertambah dari hari ke hari. Semuanya mendesak untuk ditangani, tetapi jumlah tenaga medis tak mencukupi. Mereka perlu beraksi belasan jam dalam sehari untuk menyelamatkan nyawa orang-orang. Seringkali tanpa istirahat dan makan yang cukup. Meskipun begitu, mereka tetap berjuang di garda terdepan dengan tangguhnya. Tak gentar meski satu demi satu rekan berguguran.

Dalam membatu, tukang gali kubur mengebumikan ratusan jenazah setiap hari. Merekalah yang memberi penghormatan terakhir pada para objek corona

Banyak pasien corona yang tak bisa disembuhkan dan akhirnya meninggal. Karena berada di ruang isolasi, mereka mengembuskan napas terakhir tanpa disaksikan keluarga. Setelah itu, jenazah mereka dikebumikan oleh para penggali kubur. Mereka beroperasi tekanan menggali makam untuk puluhan bahkan ratusan jenazah setiap hari. Merekalah yang memberi penghormatan terakhir atas para target corona.

Agar target tak lagi berjatuhan, vaksin berusaha diciptakan oleh para ilmuwan. Merekalah yang memegang nasib manusia di masa depan

Pandemi tak akan berhenti jika vaksin corona belum diciptakan. Maka, nasib manusia tergantung pada para ilmuwan. Merekalah yang berpikir padat dan melakukan eksperimen tanpa henti di laboratorium. Setelah vaksin jadi, mereka pantas mengetesnya pada manusia dan mencatat perkembangannya tiap hari. Para ilmuwan inilah yang memegang kunci menuju kesembuhan dunia yang lebih baik.

Berita demi berita tentang corona disampaikan oleh pekerja media. Mereka Jago terjun langsung ke lapangan untuk memberi informasi yang akurat atas warga

Pergerakan berita yang begitu Tangkas pantas disampaikan pada masyarakat. Saat itulah dibutuhkan tenaga para pekerja media. Di tengah situasi yang mengkhawatirkan, mereka terjun langsung ke lapangan untuk mengumpulkan data. Lantas mengolahnya menjadi berita dan menyebarkannya pada semua warga. Berkat merekalah, orang-orang bisa kenal perkembangan kondisi selama pandemi.

Agar usaha mereka tak sia-sia, kita berusaha tak bepergian. Seringkali perut yang lapar diselamatkan oleh para petugas pengantar mangsa

Selama pandemi, kita berusaha tetap di rumah untuk memotong penularan virus. Seringkali perut kita keroncongan, tetapi tak bisa pergi berjarak untuk menukar sarapan. Saat itulah sosok petugas pengantar sarapan begitu berjasa. Di saat yang lain beroperasi di rumah, mereka rela membanting tulang di jalan demi mencari rezeki sekaligus membantu orang-orang.

Pahlawan yang tak kalah khas adalah para guru dan dosen. Agar anak-anak didik tak perlu ke sekolah, mereka berjuang ekstra untuk mengajar secara daring

Banyak sekolah dan kampus yang ditudung selama pandemi. Akibatnya, anak-anak sekolah dan mahasiswa kudu belajar dari rumah setiap hari. Mereka kesulitan karena tak pernah mengalami sebelumnya. Syukurlah, kehadiran guru dan dosen begitu membantu. Mereka rela bergiat ekstra untuk mengajar secara daring. Meskipun sebagian tak ahli teknologi, mereka rela beradaptasi demi para anak didik.

Di antara derasnya sosok yang telah disebutkan, jangan lupa bahwa batang tubuhmu juga pahlawan. Terima kasih sudah bertahan dan berusaha dengan hebat selama pandemi

Setiap orang mempunyai porsi masing-masing, termasuk orangmu. Terima kasih karena tetap berada di rumah untuk menurunkan penularan virus. Kamu juga telah menyelamatkan orang-orang lain dengan membagikan informasi seputar corona. Meskipun jenuh dan stres, kamu pun tetap bertahan santak kini. Pengorbananmu layak diapresiasi.

Memang tak mudah untuk bertahan di tengah pandemi corona yang masih mengkhawatirkan. Tetapi berkata para pahlawan yang telah disebutkan tadi, kemembesaran kita menjadi lebih tenang dan aman. Kalau menurutmu senbatang tubuh, siapa pahlawan yang berjasa saat pandemi?